Showing posts with label Batam Payah... Show all posts
Showing posts with label Batam Payah... Show all posts

Saturday, December 6, 2008

Pengurusan KPR dan NPWP online bikin pusing..

Jumat,05/12 ba'da sholat Jumat, aku pacu si Jupi (sebutan Yamaha Jupiter MX-ku) melaju melintasi sibuknya jalan kota batam yang angkuh dengan debu dan macetnya demi memenuhi panggilan Consumer Loan di salah satu bank nasional terkemuka tentang pengajuan akad kredit bakal rumah masa depan yang alhamdulillah uang mukanya sudah lunas.

Sesampai di sana, disambut dengan senyum 180 derajat (lebai..) mbaknya. Entah aku yang kurang bernasib baik atau memang dasar Global Crisis, proses pengajuan akad kredit 'diwarnai' dengan suku bunga bank 14.5%. Capeek degh... Aku harus memutar otak 17 kali untuk penambahan suku bunga yang berdampak pada jumlah angsuran perbulan.

Belum lagi biaya yang mesti aku keluarkan untuk Notaris, Asuransi, Komisi dan tetek bengek lainnya bisa dikatakan 7jt. Proses tanya jawab pun terjadi, mulai dari penghasilan sampai dengan pinjaman ke bank lain, ya proses standarlah. Ternyata ada beberapa berkas yang harus aku lengkapi lagi. Salah satu berkasnya yaitu harus punya NPWP, nah...ini dia yang bikin aku tambah pusing dari tanggal 10 Nopember 2008 sudah daftar di situs pajak aku diberikan tanda daftar sementara. Mau tidak mau harus mengurus ke Kantor Pelayanan Pajak di Batu Ampar. Menunggu antrian yang panjang padahal counter banyak yang kosong, akhirnya setelah menunggu lebih kurang satu jam giliran aku pun tiba, berkas diterima tapi dengan entengnya sang petugas bilang "Mas, karena mas daftarnya pakai sistem online, paling cepat seminggu selesai itu pun bisa lebih, karena kami mesti validasi dulu!"

Lho, berharap mau cepat ngurus NPWP via online tapi malah lebih cepat datang langsung hah ke kantornya. Sungguh ironis. rindu Siapa yang salah, SDM kita yang tidak siap dengan sistem online atau aku yang 'sok' modern.

Wednesday, July 23, 2008

ATB..........(Airnya Tak Bertahan)

Puihhhphhh...Kata Pak Batampos, Karena Perbaikan dan pengganti pipa sub dan main header ATB di WTP Dam Duriangkang dan WTP II Piayu ke pipa distribusi induk. Pipa lama diganti dengan pipa baru. Hari ini (23/7), hari kedua rumah aku giliran mati air.
Batam...batam.. Air adalah nyawa Batam, tidak berlebihan jika dikatakan begitu. Hampir seluruh penduduk Kota batam mengharapkan supplai air dari PT. ATB (Adhya Tirta Batam), pemasok utama Air di Batam. Sumur atau sejenisnya menjadi barang langka.

Penjual drum bekas dan air keliling dapat berkah, laku keras, penduduk ramai yang membeli Air yang harganya antara 200 - 300 ribu rupiah per tangki 5 Ton, sementara Aku hanya menampung di ember bekas cat, cukuplah untuk mandi tanpa pakai cara cuci segala...maklum bujangan...
Bagi aku,kalau disuruh memilih biarlah mati listrik, jangan mati air tapi ya kalau boleh gak dua-duanya.Mudah-mudahan derita ini akan segera berakhir

Wednesday, June 18, 2008

Selasa sore (17/6) ada kejadian yang cukup menghebohkan warga tetanggaku. Tertangkap basahnya si pencuri kotak amal mesjid,tak ayal lagi si pencuri menjadi bulan-bulanan warga.

Astaghfirullah, apa ya, yang ada di pikiran pelaku sampai terbersit untuk mencuri kotak amal?
Ironisnya lagi, setelah di selidiki pelaku adalah seorang siswa kelas 2 di salah satu sekolah agama terkemuka di batam (pada saat kejadian siswa tersebut sedang mengikuti ujian).

Begitu bobrokkah akhlak generasi penerus kita?
Apa dan siapa yang salah?
Guru? Belum tentu, Mereka hanya membimbing dan mengajar, meskipun sekolah adalah lingkungan kedua siswa tapi waktu di luar mereka lebih banyak dan ngontrol mereka bukan menjadi tanggung jawab guru lagi.

Orang tua? Sepenuhnya Bukan, Tidak ada orang tua yang ingin menjerumus anaknya.Orang tua mana yang menyuruh anaknya mencuri uang mesjid.

Siswa yang bersangkutan? Ya. Setelah apa yang diberikan, dibimbing, diarahkan dan diajar orangtua dan guru, tetap kembali ke individu masing-masing. Diri sendirilah yang menentukan mana perbuatan yang baik, mana yang tidak.

Harapan dan doa, semoga tidak ada lagi pencuri-pencuri kotak amal mesjid berikutnya, dari kecil saja sudah mencuri kotak amak apa lagi kalau sudah memegang jabatan.